Headlines News :
Home » » MAIRIL BAB 2

MAIRIL BAB 2

Written By Azzahida on Tuesday, 2 April 2013 | 03:34

Para santri, lulusan pesantren serta orang-orang Islam di Indonesia, pasti banyak yang tahu tentang sodomi dan lesbi yang umum terjadi di pesantren, bisa tahu dari pengalaman pribadi, melihat sendiri, atau mendapat informasi dari orang lain.
Memang sodomi, lesbi, atau kekerasan seksual tidak pernah diajarkan di pesantren, bahkan Islam konon mengharamkan homoseksualitas, namun karena Al-Quran adalah kitab yang sangat multitafsir, beberapa ayatnya ada yang terkesan setuju dengan perilaku homoseksual, misalnya yang menguraikan tentang pelayan lelaki muda belia yang muda selamanya, yang melayani para mukmin di surga.


Istilah yang biasa digunakan kalangan pesantren untuk menyebut perilaku sodomi ialah mairil. Di media massa sering kita temukan berita sodomi, perkosaan, serta pelecehan seksual yang terjadi di pesantren-pesantren khusus putra maupun khusus putri, namun, perilaku sodomi, lesbi, atau kekerasan seksual di pesantren ibarat puncak sebuah gunung es, hanya sedikit puncaknya yang terlihat, sebagian besar tersembunyi dalam lautan.
Banyak kasus yang tidak dilaporkan, karena yang menjadi korbannya malu atau takut untuk menceritakannya. Selama ratusan tahun pesantren eksis di Indonesia, adalah hal wajar, bila sudah ribuan bahkan jutaan santri yang pernah melakukan atau menjadi korban sodomi, perkosaan, atau pelecehan seksual.

Di pesantren, para santri dalam jumlah besar tinggal di satu tempat, dan seringkali harus tidur berdesakan dan mandi bersama-sama sedangkan banyak santri yang sedang mengalami masa-masa pubertas. Sedangkan pesantren membatasi sangat ketat pergaulan antara santri putra dengan santri putri atau antara santri dengan orang luar.
Pembatasan interaksi dengan lawan jenis sembari berinteraksi secara intens dengan sesama jenis ini dapat berpotensi memicu santri yang tidak menemukan penyaluran untuk melakukan perilaku seksual yang menyimpang. Sangat mungkin dari ratusan santri, satu atau dua orang memang memiliki kelainan seksual, sehingga mereka dapat mempengaruhi dan merusak temannya.
Lagipula agama
Islam sering membahas masalah seksual dengan sangat detail, misalnya tentang mandi junub, dan sebagainya, sehingga bisa saja ada santri yang semakin terobsesi dengan seks.
Juga karena agama Islam lebih mengutamakan detail-detail ibadah seperti cara shalat yang benar, cara istinjak yang benar, bagaimana berjimak yang islami, dan sebagainya, sehingga kurang atau bahkan tidak memperhatikan penumbuhan moral para santrinya. 

Yang penting adalah perbuatan dilakukan sesuai dengan perintah Al-Quran sembari mencontoh perilaku nabi
Muhammad melalui Al-Hadith dan Sirah Nabi, bermoral atau tidak tidak perlu dipermasalahkan, misalnya menghalalkan darah yang menghina Islam, dan tindakan kekerasan lainnya yang dilakukan atas nama agama islam. Berbeda dengan agama

Kristen, Buddha atau lainnya, yang mengutamakan moral manusia dibanding ritual agama, mengutamakan kasih dan golden rule. Para santri yang pernah

melakukan mairil dan sebagainya, akhirnya setelah lulus ada yang menjadi tokoh masyarakat, pejabat negara, kyai dan sebagainya, mereka menikah dan mempunyai anak. Ada yang memimpin atau mendirikan pesantren. Karena itu, berita pencabulan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh kyai kepada para santrinya tidak terlalu mengagetkan, mungkin saja kyai tersebut dulunya adalah korban kekerasan seksual menyimpang, yang akhirnya malah menjadi pelaku, karena keenakan. 

Bahkan, Verry Idham Heryansyah alias Ryan juga pernah menjadi santri dari salah satu pesantren terkenal di Jombang. Memang, bukan hanya tokoh agama Islam saja, yang melakukan perbuatan cabul, pendeta Kristen dan pastor katolik pun ada yang berbuat cabul. Namun, bedanya, di dalam agama Kristen tidak ada ayat dalam kitab sucinya yang dapat dipakai untuk membenarkan perbuatan sesat mereka itu. Bahkan, secara jumlah, perbuatan cabul yang terekspos oleh media massa umumnya adalah yang dilakukan oleh guru ngaji, ulama dan kyai, kasus-kasus yang melibatkan pendeta dan pastor jauh lebih sedikit, di Indonesia maupun di luar negri.
Share this article :

1 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Kids Indonesia - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya